Penulis: Ahmad Firdaus !
Ibadah haji dan umrah adalah puncak perjalanan ruhani seorang muslim. Namun kesempurnaan ibadah ini tidak hanya bergantung pada fisik dan biaya, melainkan juga pada kesiapan ilmu, mental, dan ruhani.
Allah Ta'ala berfirman, "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah." (Al-Baqarah [2]: 196)
Karena itu, pembinaan calon jamaah sangat penting agar mereka benar-benar siap menjadi dhuyufullah (tamu Allah).
Kebutuhan Bimbingan Sebelum Berangkat
Berikut adalah beberapa kebutuhan bimbingan bagi jamaah sebelum berangkat haji dan umrah:
1. Ilmu manasik: Jamaah wajib paham rukun, wajib, dan sunnah haji/umrah.
2. Kesiapan mental: Melatih kesabaran menghadapi cuaca panas, kerumunan, antrean, dan perbedaan karakter.
3. Pembiasaan ibadah: Shalat berjamaah, doa-doa manasik, dzikir, dan talbiyah.
4. Belajar membaca Qur’an dan tahsin: Banyak jamaah berangkat tanpa lancar membaca al-Qur’an. Padahal di Tanah Suci mereka akan dikelilingi suasana Qur’ani.
Tahsin (memperbaiki bacaan) penting agar tilawah mereka benar sesuai tajwid. Jamaah bisa diarahkan untuk memperbanyak tilawah selama di Tanah Haram sebagai bekal pahala.
5. Penguatan niat: Agar tidak sekadar mengejar status sosial, tapi tulus karena Allah.
Dampak Jika Tidak Dibina
Kesalahan manasik yang bisa merusak kesempurnaan ibadah antara lain:
1. Jamaah bingung, panik, atau sibuk belanja dari pada beribadah.
2. Minim kesabaran, mudah tersinggung, dan sulit menjaga ukhuwah.
3. Kurang bisa menghayati keutamaan Al-Qur’an di tanah suci karena bacaan tidak lancar.
Solusi dan Bentuk Binaan
Ada beberapa solusi dan bentuk binaan kepada jamaah, yakni:
1. Manasik rutin dan berjenjang.
2. Kajian ruhani dan adab sebagai tamu Allah.
3. Latihan fisik dan kesehatan.
4. Kelas tahsin dan tilawah Qur’an dengan target: (a) Minimal sebelum berangkat jamaah bisa membaca dengan tartil. (b) Dibimbing doa-doa manasik dari al-Qur’an dan sunnah dengan bacaan yang benar. (c)
Diperkenalkan keutamaan tilawah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
5. Pendampingan psikologis dan sosial.
Membina calon jamaah haji dan umrah bukan sekadar formalitas manasik, tetapi pembekalan menyeluruh: ilmu, mental, adab, kesehatan, hingga bacaan al-Qur’an yang benar.
Dengan begitu, jamaah pulang bukan hanya membawa gelar haji, tapi membawa cahaya iman dan amal shaleh yang membekas sepanjang hayat. ***
(Penulis adalah Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba 2017-2022)
(Penulis adalah Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba 2017-2022)
