Penulis: Hasanah Zuhri Tanjung |
Menjadi mahasiswi STID Mohammad Natsir bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan setiap hari. Ada banyak kegiatan lain yang dilakukan untuk menambah ilmu, pengalaman, dan melatih kemampuan diri. Hal inilah yang membuat kehidupan di kampus terasa lebih bermakna.
Menjadi mahasiswi STID Mohammad Natsir bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan setiap hari. Ada banyak kegiatan lain yang dilakukan untuk menambah ilmu, pengalaman, dan melatih kemampuan diri. Hal inilah yang membuat kehidupan di kampus terasa lebih bermakna.
Selain belajar di dalam kelas, mahasiswi juga aktif mengikuti kajian keislaman, halaqah Al-Qur'an, seminar, pelatihan, dan kegiatan organisasi. Berbagai kegiatan tersebut membantu mahasiswa memahami ilmu dakwah tidak hanya dari teori, tetapi juga dari praktik di lapangan.
Tidak sedikit mahasiswi yang ikut terlibat dalam kegiatan sosial, seperti bakti sosial, mengajar mengaji, membantu masyarakat, hingga mengikuti program dakwah di berbagai daerah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswi belajar untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah.
Meskipun memiliki banyak aktivitas, mahasiswi STID Mohammad Natsir tetap berusaha membagi waktu dengan baik. Tugas kuliah harus diselesaikan, hafalan Al-Qur'an tetap dijaga, dan kegiatan organisasi juga dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Semua itu menjadi latihan untuk membentuk pribadi yang disiplin dan mandiri.
Menjadi mahasiswi memang tidak selalu mudah. Ada kalanya merasa lelah karena banyaknya tugas dan kegiatan. Namun, semua proses tersebut menjadi pengalaman yang berharga untuk mempersiapkan diri menjadi seorang da'iyah yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Melalui berbagai aktivitas yang ada, STID Mohammad Natsir tidak hanya mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar siap menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. ***
(Penulis adalah mahasiswi STID M Natsir, Jakarta)
Tidak sedikit mahasiswi yang ikut terlibat dalam kegiatan sosial, seperti bakti sosial, mengajar mengaji, membantu masyarakat, hingga mengikuti program dakwah di berbagai daerah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswi belajar untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah.
Meskipun memiliki banyak aktivitas, mahasiswi STID Mohammad Natsir tetap berusaha membagi waktu dengan baik. Tugas kuliah harus diselesaikan, hafalan Al-Qur'an tetap dijaga, dan kegiatan organisasi juga dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Semua itu menjadi latihan untuk membentuk pribadi yang disiplin dan mandiri.
Menjadi mahasiswi memang tidak selalu mudah. Ada kalanya merasa lelah karena banyaknya tugas dan kegiatan. Namun, semua proses tersebut menjadi pengalaman yang berharga untuk mempersiapkan diri menjadi seorang da'iyah yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Melalui berbagai aktivitas yang ada, STID Mohammad Natsir tidak hanya mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar siap menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. ***
(Penulis adalah mahasiswi STID M Natsir, Jakarta)