Rabu, 30 Juni 2021

Sang Penyebrang Jalan

OlehRaudhatul Jannah ---

Jika menelusuri realitas kehidupan, memperhatikan makhluk yang berlalu-lalang di jalanan, pagi siang malam, memenuhi setiap sudut kota, tanpa kita sadari ternyata hidup ini simpel. 

Setiap kata memiliki lawan masing-masing, seakan-akan mengajari kita bahwa sebelum itu ada sesudahnya. Seakan-akan itu mempertegas kehidupan bahwa posisi tak selalu sama, keadaan akan selalu berbeda, dan perjalanan ada kata berhenti.

Rasulullah SAW bersabda,

كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل

Jadilah kamu di dunia ini seperti orang asing atau penyebrangan jalan (HR. Bukhori)

Kita akan selalu menjadi asing di dunia ini, karena dunia bukanlah tempat kita. Dunia bukanlah rumah kita, and of course the world isn't our heaven.

Kita penyeberang jalan yang terlalu santai dengan perjalanan. Lihat lampu merah malah terus, lampu hijau malah jalan. Kita memang akan menuju garis finish, tapi garis finishnya masih abstrak.

Mirisnya, kita memang akan selalu menjadi asing, atau sekedar lewat di zebra cross kehidupan. Penyebrang jalan yang menunggu lampu merah.

Semiris itu, tapi memang pada akhirnya seperti itu. Kita hanya penyebrang jalan yang menikmati habisnya waktu untuk mendapatkan keindahan dan kesenangan dunia. Padahal, kita tidak tahu bahwa ada kata "sementara".

Buat kamu "Sang Penyebrang Jalan" perhatikan lampu merahnya yah. ***


(Penulis adalah mahasiswa STID M Natsir, Jakarta)