Kamis, 21 Mei 2026

Pulang yang Sebenarnya

Penulis: Fatiya Husniyah |

Lagi-lagi kita diingatkan oleh pertanyaan Allah dalam al-Qur'an surat At-Takwir ayat 26: “Fa aina tadzhabun?” yang berarti, “Ke mana kalian akan pergi?” Sebuah pertanyaan yang seharusnya direnungkan oleh setiap manusia.

Foto ilustrasi: Pixabay.com

Di zaman sekarang, banyak orang memiliki cita-cita dan target dalam hidup. Namun, tidak sedikit pula yang kehilangan arah. Mereka berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, tetapi tidak mengetahui ke mana semua itu akan membawa mereka.

Padahal, sebagaimana yang kita ketahui, manusia diciptakan tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Sangatlah dangkal jika seseorang menganggap kehidupan dunia akan berlangsung abadi, sebab hakikatnya dunia ini fana dan sementara. Pada akhirnya, setiap manusia akan kembali ke kampung halamannya yang sejati, yaitu akhirat.

Hal tersebut tergambar dalam kisah Salman al-Farisi. Ketika beliau sakit menjelang wafat, beliau menangis. Orang-orang mengira bahwa beliau takut menghadapi kematian. 

Namun, Salman al-Farisi menjelaskan bahwa yang beliau tangisi bukanlah kematian, melainkan rasa takut jika hatinya terlalu mencintai dunia. Dari situlah para sahabat memahami bahwa dunia hanyalah tempat singgah sementara sebelum menuju kehidupan akhirat.

Karena itu, ketika Allah bertanya, “Ke mana kalian akan pergi?”, maka semestinya arah tujuan hidup kita adalah menuju surga. ***

(Penulis adalah mahasiswi STID M Natsir, Jakarta)