Minggu, 20 Februari 2022

Dunia Hanya Sementara

OlehNida Taqiyya |

Sebelum kita lahir ke dunia yang fana ini dan masih berada dalam perut ibunda, setiap manusia yang akan lahir ke dunia sudah ditentukan perihal rezeki, amal, dan ajal. Namun, tak banyak orang menyadari bahwa ketika telah lahir dan hidup di dunia, hakikatnya hanyalah sementara. Di mana dunia hanyalah tempat untuk kita menanam sebanyak amal, yang kelak di akhirat nanti akan kita tuai. 

Dalam menjalani kehidupan di dunia, banyak orang yang hanya sibuk akan urusan akhirat saja, tapi tak memperdulikan kehidupan di dunia. Begitupun sebaliknya, banyak orang juga yang sibuk berambisi untuk mendapatkan keuntungan duniawi saja,  tapi tak pernah sekalipun memikirkan akan kehidupan akhirat. 

Sejatinya, segala apapun yang kita lakukan didunia ini, baik ibadah yang bersifat mahdah ataupun gairu mahdah, ditujukkan hanya satu, untuk mendapatkan Keridhoan Allah. Maka, jika kita selalu menyadari bahwa hakikat kehidupan hanya untuk Allah saja, kita tak akan pernah merasa lelah ataupun kecewa. 

Dunia hanyalah sementara, senda gurau, dan permainan belaka. Kelak, satu hal yang pasti kita akan hidup di akhirat yang kekal abadi. Maka, jangan pernah merasa sombong dan berbangga diri karena kita akan kembali kepada keharibaan Illahi. 

Saatnya sekarang kita bertanya pada diri  kita sendiri,  akan kembali kepada sang Illahi dalam keadaan diridhoi ataukah dimurkai? ***

(Penulis adalah mahasiswi STID M Natsir, Jakarta)