Rabu, 22 April 2026

Langkah Kecil di Tarakan

Penulis: Evi Aulia |

Pulau Tarakan adalah pulau kecil dan strategis di Kalimantan Utara yang dikenal sebagai kota industri perikanan dan migas. Luasnya sekitar 250,8 km². 

Kota ini bersemboyan BAIS (Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera), dan dikenal akan kekayaan udang windu, rumput laut, serta situs sejarah Perang Dunia II.
Banyak yang mengatakan, Tarakan itu kota minyak. Tapi bagiku, Tarakan khususnya Tanjung Pasir adalah tempat di mana hati menemukan makna pengabdian yang sesungguhnya. 

Di kota ini, aku hanya anak muda yang membawa satu lentera, tapi berharap cukup untuk menerangi satu hati yang gelap. Dari kota inilah perjalanan itu dimulai 

Ternyata semesta menyelipkan kejutan di luar peta perjalananku. Dan, kejutan itu justru kutemui di kota ini, kota Tarakan Tanjung Pasir. 

Aku tidak mencari tapi menemukan. Tidak merencanakan, tapi ditakdirkan sampai di sini. Rencana boleh rapi di kertas, tapi indah yang sebenarnya datang tanpa diundang.

Di sini tantangannya bukan cuma soal cuaca yang panas, atau aroma khas payau pesisir. Tapi, bagaimana caranya diterima di lingkungan yang baru dan mandiri.

Kehadiranku di sini bukan untuk mengajari, tapi untuk belajar menjadi bagian dari masyarakat di kota ini.

Dakwah bukan hanya di atas mimbar ataupun ruang kelas. Dakwah ada di sela-sela obrolan tentang hasil ketang kemarin, atau saat mendampingi anak-anak mengeja mimpi mereka lewat huruf demi huruf Al-Qur'an.

​Kafilah Dakwah Ramadhan STID MbNatsir menghadirkan satu keistimewaan: dakwah yang berjalan, ilmu yang berpuasa dan pengabdian yang bernafas ibadah.

​Tanjung Pasir mengajarkanku bahwa menjadi dai muda bukan seberapa hebat kita bicara, tapi seberapa tulus kita mendengar. Tempat ini melatihku belajar tentang keikhlasan yang luasnya melebihi samudra di depan mataku. ***

(Penulis adalah mahasiswi STID M Natsir, Jakarta)