Senin, 29 Juni 2026

Pentingnya Menjaga Integritas dan Mempertebal Iman dalam Tugas

Penulis: Rahma Rahayu |

JAKARTA—Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir, Jakarta, melaksanakan pendidikan mata kuliah Anti Korupsi langsung di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini tidak hanya membedah strategi pemberantasan korupsi, mengulik korupsi yang terjadi, tetapi juga mengungkap sisi religius di lembaga antikorupsi tersendiri.

Uploaded Image

Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan pesan kebangsaan. “Islam dan kebangsaan, kata bapak-bapak kita, kita itu bagaikan dua sisi pada mata uang yang sama. Jadi, kita semua ini adalah harga mati, insyaallah,” ujarnya.

Suasana ruang pertemuan tampak hidup. Pemaparan materi dari Setiyo sebagai narasumber mulai mengalir. Sesi diskusi berjalan lancar saat para mahasiswi secara bergantian melontarkan pertanyaan kritis untuk semakin menghidupkan suasana. 

Namun, ada satu momen yang mencuri perhatian dan membuat para mahasiswi takjub. Di tengah panasnya pemaparan dari narasumber yang menjawab pertanyaan panas juga dari salah satu mahasiswi, salah satu tim KPK mengungkapkan realitas kerja mereka di lembaga tersebut.

"Jadi, KPK itu kadang selalu dibilang ekstremis agamanya, lah kita juga cuma bisa berlindung sama Tuhan, makanya kita perkuat dari sisi keagamaan " 

Menyadari besarnya tantangan moral dan keselamatan dalam mengusut kasus korupsi, perwakilan KPK tersebut menjelaskan bahwa institusinya tidak hanya fokus pada aspek hukum, melainkan membentengi diri secara spiritual. Salah satunya melalui kajian keislaman pekanan secara internal untuk mengokohkan iman dan takwa.

Kajian rutin tersebut menghadirkan tokoh-tokoh agama ternama, Ustadz Abdul Somad (UAS) dan deretan ustadz lainnya. Fakta ini menjadi kejutan bagi mahasiswi STID Mohammad Natsir, bahwa profesionalisme di KPK berjalan dengan penguatan spiritual.

Kunjungan ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru bagi para mahasiswi dalam memandang urgensi integritas, serta bagaimana nilai-nilai keimanan menjadi pegangan utama dalam melawan kemungkaran. Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk masa depan Indonesia yang lebih jaya, selaras dengan jargon/slogan yang digemakan: "Kami Generasi Anti-Korupsi!" ***

(Penulis adalah mahasiswi STID M Natsir, Jakarta)