Rabu, 12 Agustus 2026

Ikhlas dalam Berdakwah: Meneladani Rasulullah SAW

PenulisLaudia Sulwana |

Ikhlas dalam berdakwah berarti menyampaikan ajaran Islam semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji, terkenal, atau mendapatkan keuntungan. Jadi, tujuan utama seorang dai adalah mengajak orang lain kepada kebaikan dan berharap ridha Allah.

Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam hal keikhlasan. Selama kurang lebih 23 tahun beliau berdakwah, beliau menghadapi banyak ujian. Beliau pernah dihina, dicaci, dilempari batu, bahkan diusir dari kampung halamannya, Makkah. 

Namun, semua itu tidak membuat beliau berhenti berdakwah. Mengapa? Karena beliau sadar bahwa tugasnya hanyalah menyampaikan ajaran Allah, sedangkan yang memberi hidayah adalah Allah SWT.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bisa berdakwah dengan cara yang sederhana. Misalnya, mengajak teman untuk salat berjamaah, mengingatkan agar berkata jujur, membantu orang lain, atau memberikan contoh akhlak yang baik. Saat melakukan semua itu, jangan berharap dipuji atau dianggap hebat. Cukup yakin bahwa Allah mengetahui setiap kebaikan yang kita lakukan.

Keikhlasan juga membuat kita tidak mudah kecewa. Misalnya, ketika ada orang yang tidak mau mendengarkan nasihat kita, maka kita tidak boleh marah atau putus asa. Tugas kita hanyalah menyampaikan dengan cara yang baik. Hasilnya kita serahkan kepada Allah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Jadi, pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa setiap muslim harus menjaga niatnya dalam berdakwah. Jadikan Allah sebagai tujuan utama, bersabar ketika menghadapi tantangan, dan terus berbuat baik tanpa mengharapkan balasan dari manusia. Semoga kita semua dapat meneladani keikhlasan Rasulullah SAW dalam berdakwah. **

(Penulis adalah mahasiswi STID M Narsir, Jakarta)