Rabu, 23 Februari 2022

SAR Hidayatullah Terima Penghargaan Potensi Terbaik dari Basarnas

Penulis: Ibnu M Hawab |

JAKARTA --- Lembaga Relawan Kemanusiaan Search and Rescue (SAR) Hidayatullah menerima penghargaan potensi terbaik dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas). 


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, bertepatan dengan gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Basarnas tahun 2022 di Ruang Serbaguna Basarnas, Senin, 21 Februari 2022.

Selain SAR Hidayatullah, ada 3 lembaga penerima penghargaan lainnya, yakni SAR Astra Internasional, Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna).

Ketua Umum Pengurus Pusat SAR Hidayatullah, Irwan Harun, menyampaikan rasa syukur atas penganugerahan tersebut. Menurut Irwan, apresiasi Basarnas ini akan mendorong SAR Hidayatullah untuk terus meningkatkan upaya kerelewanan dalam pencarian dan pertolongan di setiap bencana yang dapat dijangkau.

Selain itu, kata Irwan lagi, kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak akan semakin dikuatkan. Sebab, dengan kebersamaan dan kepemimpinan kolaboratif di bawah Basarnas akan semakin memantapkan operasi pencarian dan pertolongan dalam musibah bencana.

Rakernas Basarnas tahun 2022 digelar secara terbatas dan hibryd mengangkat tema “Cepat Tanggap untuk Indonesia Maju”. Rakernas ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo secara virtual dari Istana Negara pada Senin (21/02/2022) pagi.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa dalam situasi apapun, pelayanan pencarian dan pertolongan (SAR) harus sigap dan cepat. Sebab ini menyangkut keselamatan jiwa manusia.


“Di manapun, dalam situasi apapun, setiap jiwa harus diselamatkan dari risiko bencana dan kedaruratan lainnya. Basarnas harus segera hadir secara cepat untuk memberikan pertolongan. Setiap detik sangatlah berarti bagi keselamatan jiwa,” kata Presiden.

Presiden juga menekankan empat hal terkait perkuatan SAR nasional. Pertama, Basarnas harus memperbanyak inovasi dengan memanfaatkan teknologi. Kedua, Basarnas harus terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Ketiga, Basarnas harus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Dan, Keempat, Basarnas harus memperkuat pencegahan, mitigasi, dan antisipasi. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi mengatakan, penyelamatan bukanlah prestasi, tetapi itu adalah tugas Basarnas secara profesional. Prestasi hendaknya ditunjukkan di antaranya dengan manajemen yang bagus dan kinerja yang bagus. ***

(Penulis adalah redaktur pada situs tadabbur.republika.co.id)