Penulis: Khayi Rodilah |
Pernah mendengar kisah seorang sahabat yang sangat dekat dengan baginda Nabi sallahu a’laihi wasallam? Beliau merelakan dirinya dipatok ular saat melindungi sahabatnya itu di dalam Gua Tsur. Dialah sahabat Abu Bakar a’laihi salam.
Kisah beliau ini menjadi hikmah yang dapat kita petik. Salah satunya, sahabat yang baik adalah mereka yang ada di saat kita dalam kesulitan maupun kemudahan.
Dari kisah Rasulullah SAW dan Abu Bakar tersebut kita bisa melihat bahwa menjadi orang baik itu tidak selalu mudah. Terkadang harus rela berkorban, kuat menahan rasa sakit, dan tetap bertahan meskipun tidak ada yang melihat atau menghargai.
Apa yang dilakukan Abu Bakar bukan karena ingin dipuji, tetapi karena ketulusan dan rasa cintanya kepada Nabi.
Di kehidupan sekarang, kita tidak lagi menghadapi hal seberat itu. Namun, seringkali kita masih sulit untuk benar-benar tulus membantu orang lain.
Kadang kita hanya baik ketika keadaan nyaman, atau ketika ada keuntungan yang bisa kita dapatkan. Padahal, menjadi orang baik seharusnya tidak tergantung pada keadaan.
Kita tetap berusaha berbuat baik dalam kondisi mudah maupun sulit. Karena setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun itu, pasti ada balasannya.
Maka dari itu, jangan lelah menjadi orang baik. Walaupun kadang tidak dihargai, walaupun terkadang terasa berat, percayalah bahwa Allah mengetahui setiap hal yang kita lakukan.
Semoga kita bisa menjadi seperti sahabat Nabi yang selalu ada dalam keadaan apa pun. Dan semoga, surga telah Allah siapkan untuk orang-orang yang tetap bertahan dalam kebaikan.
Surga untukmu wahai orang baik. ***
(Penulis adalah mahasiswi STID M Natsir, Jakarta)