Rabu, 15 Juli 2026

Jagalah Dirimu Wahai Gadis Mawarku

Penulis: Abiroh Mujahidah |

Mawar adalah bunga yang sangat berharga. Tak semua orang dapat menyentuhnya sembarangan. Bunga yang bebalutkan keindahan namun mempunyai kekuatan, yakni durinya yang tajam. Allah menghiasinya dengan kelopak yang indah, namun juga menganugerahinya duri. Bukan untuk mengurangi keindahannya, melainkan untuk menjaganya.

Wahai gadis mawarku...

Jadilah seperti mawar itu, indah dan menawan namun tegas terhadap prinsip-prinsip hidupmu. Dan jadilah seperti mawar itu, indah dalam akhlak, lembut dalam tutur kata, namun tegas dalam menjaga kehormatanmu. 

Mawar itu adalah dirimu, sedangkan durinya adalah syariat Allah yang menjaga kemuliaanmu. Banyak orang beranggapan bahwa aturan Allah itu hanya mengekang kebebasan seorang wanita. Padahal aturan Allah itulah yang menjaga dan melindungi seorang wanita dari sentuhan lelaki yang tak pantas menyentuh dirinya.

Jangan pernah iri kepada bunga-bunga yang mudah dipetik. Mungkin mereka tampak lebih sering dipuji, lebih sering dibawa pulang, dan lebih sering dipamerkan. Namun, tidak semua yang cepat dipetik akan bertahan lama. Ada yang dipetik hanya untuk dinikmati sesaat, lalu dibiarkan layu tanpa pernah disayangi. 

Sedangkan mawar yang dijaga oleh durinya, tidak semua orang berani mendekat. Ia tidak perlu pujian sesaat hanya untuk membuktikan dirinya berharga. Hanya mereka yang benar-benar menghargai nilainya yang akan bersungguh-sungguh memperjuangkannya.

Begitu pula dirimu.

Duri itu adalah ketegasan prinsip-prinsip hidupmu. Ia tak mudah goyah, maupun terombang ambing oleh angin. Di zaman yang mengajarkan bahwa membuka diri adalah kebebasan, engkau memilih menjaga diri karena keimanan. Di saat banyak orang rela menggadaikan kehormatannya demi perhatian sesaat, engkau memilih bertahan meski harus menahan sepi. 

Mungkin pilihan itu terasa berat. Mungkin ada saat-saat ketika hatimu bertanya, "Mengapa aku harus menjaga diri, sementara yang melanggar aturan justru tampak lebih bahagia?"

Wahai gadis mawar ku...

Kamu adalah wanita yang sangat berharga. Tak semua laki-laki dapat menyentuhmu sembarangan. Biarlah aturan Allah itu yang menjagamu. Allah tidak pernah menyuruhmu menjaga kehormatanmu hanya karena Dia ingin menyulitkanmu. Tapi Allah menjagamu karena engkau terlalu berharga untuk diserahkan kepada seseorang yang belum berhak memilikimu.

Jangan pernah mencabut durimu hanya agar seseorang nyaman mendekatimu. Sebab, jika ia hanya mampu mencintaimu setelah engkau melepaskan aturan Allah, sesungguhnya yang ia cintai bukanlah dirimu, melainkan hawa nafsunya. 

Biarlah orang-orang menganggapmu terlalu menjaga diri. Biarlah mereka berkata engkau terlalu sulit didekati. Sebab, yang benar-benar tulus tidak akan meminta mawar kehilangan durinya. Ia akan belajar mendekat dengan cara yang benar.

Yakinlah bahwa kelak akan ada seorang laki-laki berani yang akan berhasil memetik mawar berduri itu meskipun memerlukan perjuangan yang luar biasa. Dan, laki-laki itu tak akan mudah melepaskanmu karena betapa berharganya dirimu dan sulitnya mendapatkanmu.

Ketahuilah, wahai gadis mawarku, jika hari ini Allah masih membuatmu menunggu, jangan mengira penantianmu sia-sia. Barangkali Allah sedang menulis kisah yang jauh lebih indah daripada yang mampu kau bayangkan. Barangkali Allah sedang membentuk hatimu agar kelak engkau dipertemukan dengan seseorang yang tidak hanya mengagumi wajahmu, tetapi juga menghormati imanmu.

Wahai gadis mawarku...

Jika suatu hari air matamu jatuh karena lelah menjaga diri, biarkan Allah yang mengusapnya. Jika suatu hari hatimu terasa sepi karena memilih taat, biarlah Allah yang menguatkannya. Sebab tidak ada satu pun pengorbanan yang dilakukan karena Allah yang akan berakhir dengan kesia-siaan.

Tetaplah menjadi mawar yang menjaga durinya. Karena mawar yang paling berharga bukanlah mawar yang dipetik oleh banyak tangan, melainkan mawar yang tetap utuh hingga Allah mengizinkan ia dipetik oleh tangan yang paling pantas memetiknya. *

(Penulis adalah mahasiswi STID M Natsir, Jakarta)