Senin, 13 September 2021

Pentingnya Adab

Oleh: Yulia Ningsih |

"Orang beradab sudah pasti berilmu. Orang berilmu belum tentu beradab." Kita ketahui bahwa perbedaan manusia dengan binatang adalah akal atau ilmu. 

Tetapi tingkatan yang lebih tinggi dari ilmu yakni adab atau akhlak. Karena seberapapun banyaknya ilmu tanpa disertai adab yang baik akan bisa menjadikan manusia pun berperilaku seperti binatang (keserakahan, tamak, kejam dan perilaku tercela lainnya). Imam Malik Rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy. "Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu."

Kenapa para ulama mendahulukan mempelajari adab? Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata, "Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu." 

Sebegitu pentingkah mempelajari adab, baru ilmu kemudian? Nah, misalnya di kehidupan nyata pun mungkin dari kita pernahkah menjumpai seorang yang sangat pintar, tapi sombong. Cerdas, tapi tak berperilaku baik. Pandai, tapi adab terhadap orangtua/gurunya kurang. Pastinya kita pun memandang tidak baik orang seperti itu, karena budi pekertinya yang tidak sinkron dengan kepandaiannya.

Kerap kali, kita pun mendengar beberapa kasus murid yang tak sopan santun terhadap gurunya, atau karena orangtuanya memiliki jabatan tinggi jadi seenaknya terhadap guru. Itulah mengapa adab diutamakan untuk dipelajari terlebih dahulu. 

Apasih adab itu? Al adab artinya menerapkan segala yang dipuji oleh orang, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Sebagian ulama juga mendefinisikan, adab adalah menerapkan "akhlak-akhlak yang mulia"

Apa urgensi kita harus memiliki adab atau akhlaq yang baik sebelum berilmu? Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:
 خُلقًا إيمانًا أحسنُهمالمؤمنينأكملُ
"Kaum Mu'minin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya" (HR. Tirmidzi no. 1162, ia berkata: "hasan shahih").

Jelas dikatakan, sebaik-baik manusia yang paling baik akhlaqnya. Oleh karenanya, mau jadi sebaik-baik manusia? Yaitu dengan memperbaiki akhlaqnya. 

Sebenarnya cakupan adab sangat luas. Bukan hanya dalam menuntut ilmu saja. Dalam hal ini dengan mengutamakan adab sebelum menuntut ilmu menjadikan ilmu yang selama ini kita pelajari penuh keberkahan. Pastinya tidak inginkan udah lelah, hampir belasan tahun menuntut ilmu hanya kesia-siaan saja yang didapatkan. ***


(Penulis adalah mahasiswa STID M Natsir, Jakarta)