Penulis: Saprida |
Hal yang mungkin sering kita lupakan, entah karena terlalu sibuk atau sekadar lalai, adalah zikir pagi dan petang. Padahal, mengamalkannya tidaklah sulit. Kita bahkan bisa melafazkannya di sela-sela aktivitas sehari-hari, seperti saat berkendara, bekerja, menulis, atau bahkan sambil membersihkan rumah. Sebenarnya semudah itu.
Namun, semua kembali lagi ke diri kita sendiri: mau atau tidak? Sebab, segala sesuatu hanya akan konsisten berjalan jika ada kemauan dan keinginan yang kuat dari dalam hati.Jika kita mau meluangkan waktu sedikit saja, amalan ringan ini sebenarnya menyimpan segudang manfaat nyata untuk mental kita.
Di tengah padatnya rutinitas yang bikin penat, mengingat Allah lewat zikir terbukti ampuh menjadi obat stres dan penenang pikiran yang paling mujarab. Kalimat-kalimat baik yang kita ucapkan secara rutin akan menurunkan tingkat kecemasan, membantu mengontrol emosi, dan membuat hati yang tadinya gelisah menjadi lebih adem.
Selain itu, kebiasaan ini juga melatih kita untuk lebih bersyukur, sehingga Allah akan melapangkan hati kita dari rasa kekurangan dan mempermudah segala urusan duniawi.
Lebih dari sekadar penenang pikiran, zikir pagi dan petang juga memiliki keutamaan spiritual yang luar biasa besar dalam agama. Amalan ini bertindak seperti benteng gaib atau perisai hidup yang menjaga kita dari berbagai marabahaya, kejahatan manusia, hingga gangguan mistis sepanjang hari.
Tidak kalah istimewa, di dalam rangkaian zikir ini terdapat doa bernama Sayyidul Istighfar. Rasulullah SAW bahkan menjanjikan bahwa siapa saja yang membaca doa tersebut dengan penuh keyakinan di waktu pagi atau petang lalu meninggal pada hari itu, maka ia dijamin menjadi penghuni surga.
Melihat begitu besarnya keuntungan yang bisa didapat, tentu sangat disayangkan jika zikir pagi petang dilewatkan begitu saja hanya karena alasan sibuk. Menjaga amalan ini tidak akan menyita waktu produktif kita, melainkan justru memberikan energi positif untuk menjalani hari.
Oleh karena itu, mari mulai membangun kemauan yang kuat dari sekarang untuk menjaga lisan kita tetap basah dengan zikir, demi meraih ketenangan di dunia dan keselamatan di akhirat kelak.
Wallahu'alam.
(Penulis adalah mahasiswi STID M Natsir, Jakarta)