Minggu, 09 Agustus 2026

Catatan Kecil dari Rutinitas Harian Mahasiswi di STID M Natsir

Penulis: Hasanah Zuhri Tanjung |

Menjadi mahasiswi STID Mohammad Natsir bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan setiap hari. Ada banyak kegiatan lain yang dilakukan untuk menambah ilmu, pengalaman, dan melatih kemampuan diri. Hal inilah yang membuat kehidupan di kampus terasa lebih bermakna.

Air Mata Anak Rantau di Jalan Dakwah

PenulisHairunniah |

Di atas Rooftop asrama yang jauh dari kampung halaman, seorang anak perantauan menatap foto kedua orang tuanya. Rindu itu datang tanpa diundang. Ia merindukan masakan ibunya, wajah ayahnya, tawa saudara-saudaranya, bahkan suara ponakan-ponakan kecilnya dari kampung yang selama ini menjadi teman hari-harinya.

Fantasi Laba-laba

Penulis: Ahmadie Thaha |

Ahad siang itu, seorang ayah keluar dari bioskop sambil menggandeng dua anaknya. Anak laki-lakinya, barangkali kelas tiga atau empat sekolah dasar, mengenakan kaus bergambar Spider-Man: Brand New Day dan menggendong tas sekolah dengan tokoh yang sama. Adiknya, perempuan, membawa botol minum bergambar manusia laba-laba pula. 

Kisah Ibu Mawi Membumikan Syiar Islam di Jakarta

Penulis: Gandis Prinovayana Waleuru |

Di usianya yang telah menginjak 78 tahun, Tati Hasanah, atau yang lebih akrab disapa Ibu Mawi, menunjukkan bahwa usia hanyalah angka dalam hal pengabdian dan menuntut ilmu,. Sosok perempuan asal Makassar ini tetap aktif menggerakkan berbagai majelis taklim di lingkungannya, bahkan di saat banyak rekan sejawatnya memilih untuk beristirahat di rumah. 

Penyematan nama "Mawi" sendiri berasal dari nama suaminya, seorang pria asal Banten yang pernah bekerja sebagai marbot masjid,. Tradisi di lingkungan PKK kelurahan membuat nama suami lebih melekat padanya ketimbang nama aslinya sendiri. 

Transformasi Lingkungan Sejak 1997

Perjalanan dakwah Ibu Mawi di lingkungannya saat ini dimulai sekitar tahun 1997-1998 setelah ia pindah dari Tebet, Jakarta Selatan. Kala itu, ia mendapati kondisi masyarakat yang masih sangat jauh dari nilai-nilai religius. 

"Tahun 97 itu enggak ada salat di sini," kenangnya, menggambarkan tantangan awal yang ia hadapi saat melihat warga yang belum menutup aurat dengan layak.

Berbekal keberanian untuk berkorban waktu dan materi, ia mulai merintis pengajian kecil-kecilan. Bermula dari hanya lima orang anggota, kini perjuangannya membuahkan hasil dengan berdirinya beberapa majelis taklim yang ia prakarsai sendiri, seperti Attaqwa dan Al-Qana'ah.

Dakwah Melalui Hal Kecil

Mawi memiliki cara unik dalam berdakwah. Selain aktif di enam majelis taklim dalam seminggu, ia juga pernah lama mengabdi di Pokja 1 PKK Kelurahan yang membidangi pengajian. Di sana, ia sering menyelipkan pesan-pesan Islami dalam kegiatan kemasyarakatan, seperti di Posyandu.

"Sebelum anak-anak dimandikan atau diperiksa, baca dulu bismillah," ujarnya. 

Meski terkadang mendapat reaksi beragam dari warga yang berbeda keyakinan, Mawi tetap menyampaikannya dengan cara yang halus sehingga banyak warga non-Muslim pun akhirnya ikut terpengaruh secara positif.

Motivasi dan Pesan Untuk Generasi Muda

Saat ditanya mengenai motivasinya yang seolah tak pernah habis, mantan pegawai Kantor Pos dan Giro Grogol, Jakarta Barat, ini menjawab singkat, "Karena Allah, lain enggak ada." 

Baginya, mengabdi kepada masyarakat dan agama adalah panggilan jiwa yang ia rasakan sejak kecil, meski ayahnya adalah seorang pelaut yang sering bepergian.

Kini, di masa tuanya, ia telah mulai membatasi diri dari jabatan struktural di kelurahan untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda. Namun, semangatnya dalam belajar dan mengajar tidak pernah surut. Saat ini, ia bahkan tengah merintis kelompok pengajian baru bagi ibu-ibu di Gang Mangga.

Ia berpesan kepada para mahasiswa dan anak-anak muda agar tidak pernah menyerah dalam mencari ilmu. "Jangan bosan menuntut ilmu. Kalau ilmu yang kita baru dapat, cepat-cepat salurkan. Karena, kalau disimpan sendiri, bisa hilang," pungkasnya penuh semangat. ***

(Penulis adalah mahasaiswi STID M natsir, Jakarta)

Sabtu, 08 Agustus 2026

Jangan Remehkan Hal Kecil

Penulis: Eka susilawati |

Di zaman yang penuh fitnah ini, setiap orang mulai berlomba-lomba melakukan kebaikan seperti mengikuti majlis ilmu. Namun, di sisi lain, masih banyak orang yang terus menerus melakukan amalan-amalan yang tidak baik, bahkan merusak. Mengapa demikian? 

Perjalanan Dakwah ke Jorong Tantaman

Penulis: Despita |

Perjalanan ini bukan sekadar berpindah tempat, melainkan langkah kecil dalam membawa kebaikan. Ia bukan perjalanan biasa, tetapi sebuah amanah yang harus ditunaikan. 

Hangat di Tengah Keterbatasan: Kisar dari Aceh Tamiang

Penulis: Bunga Sri Elpika |

Tanggal 23 Maret 2026 menjadi momen yang begitu membekas bagi kami, tepat saat kepulangan dari titik tugas Kafilah Dakwah Ramadan STID M Natsir yang berlokasi di Aceh Tamiang, tepatnya di Desa Sukajadi. 

10 Kebiasaan Pagi Ala Nabi yang Bikin Hidup Lebih Produktif dan Berkah

Penulis: Asy-Syifa |

​Pernah nggak sih ngerasa hari-hari kamu berjalan cepat banget, tapi rasanya nggak ada tugas yang beres? Atau, sering merasa capek, stres, dan waktu 24 jam rasanya kurang terus?

FOMO Mengendalikan Hidup Kita

PenulisAnisa Rohmah |

Sebuah artikel dari Halodoc menjelaskan FOMO (Fear of Missing Out) adalah perasaan cemas, takut, atau tidak nyaman karena merasa tertinggal dari tren, pengalaman, atau informasi populer yang dinikmati orang lain. 

Jumat, 07 Agustus 2026

Jika Sudah Terwujud Jangan Lupa Bersujud

Penulis: Almasah Salsabila Munir |

Ada masa ketika kita begitu tekun memanjatkan do'a. Setiap selesai beribadah, kita memohon dengan penuh harap agar Allah mengabulkan keinginan yang selama ini kita damba-dambakan.

Antara Retorika Tinggi dan Realitas Meja Makan

Penulis: Alia Novita Sari |

Ketika kita berbicara tentang pemerintah, kita tidak hanya berbicara tentang angka pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, atau seberapa megah sebuah seremoni kenegaraan. Ada satu elemen tak kasat mata namun sangat terasa dampaknya oleh masyarakat luas: attitude, atau sikap mental dan gaya komunikasi publik yang ditunjukkan oleh para pemegang kekuasaan.

Memahami Sepi Tanpa Takut Sendiri

Penulis: Ainan Salsabila Salamah |

Kesendirian memang hal yang pasti dialami oleh setiap manusia, karena kesendirian adalah sunnatullah dalam khidupan dan semua orang akan mengalaminya entah itu disengaja ataupun tidak. 

Motivasi Tanpa Aksi Adalah Basi

Penulis: Abiroh Mujahidah |

Motivasi tanpa aksi hanyalah wacana yang perlahan kehilangan makna. Banyak orang merasa terinspirasi setelah membaca buku atau mendengar ceramah, tetapi berhenti pada rasa semangat sesaat tanpa langkah nyata. 

Ketika Mubah Lemahkan Umat

Penulis: Ahmad Firdaus |

Musuh Islam tidak selalu harus membuat umat ini mabuk, berzina, berjudi, atau meninggalkan agama. Mereka cukup membuat umat ini sibuk dengan perkara yang mubah hingga lupa pada perkara yang mulia. Inilah jebakan yang paling halus.

Kamis, 06 Agustus 2026

Menengok STID Mohammad Natsir

Penulis: Tasya Selfia Hastuti |

Di sebuah gang tenang di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berdiri sebuah kampus yang tidak pernah tampil mencolok di papan reklame atau ramai diperbincangkan di linimasa media sosial. Namanya Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir. 

Saat Hati Nurani Kehilangan Arah

PenulisRatu Rif'aliah Darojat |

Hari itu menjadi hari yang tak pernah ia bayangkan dalam hidupnya, Siapa sangka seorang anak perempuan yang belum mengenal dunia, justru harus menerima perlakuan dunia yang begitu keras, dihadapkan dengan sebuah berita yang tak pernah mau ia dengar. 

Rabu, 05 Agustus 2026

Artemis II dan Langit yang Tak Lagi Sekadar Jauh

Penulis: Alia Novita Sari |

Untuk apa manusia kembali ke Bulan? Pertanyaan itu terasa semakin relevan sejak Artemis II dijadwalkan meluncur pada April 2026. Misi ini akan menjadi penerbangan berawak pertama manusia ke sekitar Bulan sejak era Apollo terakhir pada tahun 1972. Artinya, sudah lebih dari 50 tahun manusia tidak kembali sejauh itu.

Senin, 27 Juli 2026

Hati yang Gelap: Saat Halal, Haram, dan Syubhat Tak Lagi Jelas

Penulis: Ahmad Firdaus |

"Kamar yang gelap tidak memperlihatkan apakah ia bersih atau kotor. Begitu pula hati yang gelap tidak mampu membedakan mana yang halal, mana yang haram, bahkan tidak peka terhadap perkara syubhat."

Rabu, 15 Juli 2026

Jagalah Dirimu Wahai Gadis Mawarku

Penulis: Abiroh Mujahidah |

Mawar adalah bunga yang sangat berharga. Tak semua orang dapat menyentuhnya sembarangan. Bunga yang bebalutkan keindahan namun mempunyai kekuatan, yakni durinya yang tajam. Allah menghiasinya dengan kelopak yang indah, namun juga menganugerahinya duri. Bukan untuk mengurangi keindahannya, melainkan untuk menjaganya.

Memasak Itu Mudah

Penulis: Hasanah Zuhri Tanjung |

Banyak orang menganggap memasak adalah pekerjaan yang sulit, apalagi bagi mereka yang baru belajar. Padahal, memasak tidak selalu harus membuat makanan yang rumit. Semua orang bisa mulai dari menu yang sederhana, seperti telur dadar, sayur bening, atau nasi goreng. Yang terpenting adalah kemauan untuk mencoba dan terus belajar.